Casting :
Lee Dong Hae sebagai Go Sung Ji
Kim Taeyon sebagai Yoo Da In
Hyeohyon sebagai Hyang Dan Na
Hari-hari yang kulalui sangatlah membosankan. Aku selalu berharap ada sesuatu hal yang membuat hari-hariku berwarna. Sungguh sangat bosan menjalani hidup yang terlalu datar. Setiap harinya melakukan rutinitas yang sama. Diusiaku ini harusnya aku merasakan hal-hal yang menyenangkan seprti anak-anak muda lainnya. Saat ini usiaku sudah 23 tahun. Tanpa pacar, tanpa keluarga. Benar-benar menyedihkan. Aku hanya mempunyai sedikit teman. Karena aku bukan orang yang mudah bergaul. Ingin rasanya aku punya banyak teman sehingga bisa menghabiskan waktu bersama mereka. Tapi sampai saat ini aku belum menemukan teman yang membuatku nyaman. Karena disekelilingku hanya ada orang-orang yang selalu mengecilkan orang lain. Tuhan, di malam ini aku berdoa semoga esok pagi aku bisa menemukan sesuatu hal yang baru dan luar biasa dalam hidupku.
****
Sinar matahari pagi mulai masuk dari celah-celah jendela, jam sudah menunjukan jam 06.30. "Krinngggg.... Kriiiiinngggg" suara alarm dari jam waker berbunyi. Seorang gadis yang masih bergelung di dalam selimut menggeliat, lalu tangannya mencari jam waker dengan mata yang masih terpejam. Dan mematikan alaram jam itu. Kemudian dia mulai membuka mata, dan menaruh jam itu di meja sebelah tempat tidurnya. Dan kemudian bangun dari tempat tidur dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, gadis itu melihat dirinya ke kaca yang ada di hadapannya. 'Apa aku begitu tidak menarik?' Pikir gadis itu. Lalu dia memiringkan kepalanya ke kiri dan kemudian menegakannya lagi, lalu menangkupkan kedua tangannya di pipinya dan memanyunkan bibirnya. "Hhhhffffttt...." gadis itu menghela nafas. Gadis itu berpikir percuma memusingkannya pasti tidak akan ada yang berubah di dalam hidupnya.
Lalu gadis itu mengambil tasnya dan tidak lupa handphone yang ada di meja di sebelah tempat tidurnya dan memasukannya kedalam tas. Lalu dia berjalan menuju halte untuk menunggu bus yang biasa membawanya ke kantor. Sesampainya di halte itu gadis itu melihat segerombolan pria-pria yang berpakaian urakan (mereka memakai celana yang lututnya sobek dan memakai kaos yang dilapisi dengan kemeja yang tidak dikancing) dengan rambut yang diwarnai, dan ada beberapa dari mereka bertato.
Tapi ada satu pria yang menarik perhatian sang gadis, pria itu juga mengenakan pakaian yang urakan hanya saja rambutnya tidak seperti yang lainnya dan juga tidak bertato. Malah menurut gadis itu pria itu tampan. (Bayangkan lee donghae di drama Miss Panda and Mr. Hadgehog). Tidak sengaja mata gadis itu bertemu dengan mata pria itu. Lalu pria itu pun tersenyum penuh arti. Gadis itu langsung memandang ke tempat lain dan membalikan badannya membelakangi mereka.
'Ada apa denganku? Mengapa melihatnya jantungku berdetak dengan kencang?' pikir gadis itu. Lalu gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak lama kemudian bus yang ditunggu sang gadis itu datang dan berhenti. Lalu gadis itu melangkahkan kakinya menaiki bus itu. Dan dia memilih tempat duduk disebelah kiri. Lalu gadis itu menengok ke arah pria tadi, dan ternyata pria itu masih memperhatikannya. Pria itu terus melihat ke arah gadis itu. Gadis itu pun jadi salah tingkah dan kemudian memalingkan wajahnya lalu menundukan kepalanya. 'Kenapa dia terus melihatku seperti itu? Apa dia berniat jahat?' Pikir sang gadis itu lagi. Lalu bus yang dinaikinya pun berjalan.
Sesampainya di kantor, gadis itu melakukan pekerjaannya seperti biasa. "Da in-a" panggil seseorang. Lalu gadis itu memalingkan wajahnya dari komputer yang sedari tadi dia lihat sepanjang pagi. Lalu Da In melihat temannya berdiri di dekatnya. "Waeyo, Hyang Dan?" tanya Da In. "Yaa.. Kamu tidak mau pergi makan siang? Ini sudah jam 12." kata Hyang Dan. "O, jinja?" lalu Da In melihat jam tangannya. Lalu Da In tertawa dan mengusap usap kepalanya sendiri. "Hehehee, mian. Aku tidak lihat jam. Kajja, kita pergi makan siang. Mmhh, enaknya kita makan di mana?" kata Da In sambil mengambil tasnya lalu berdiri. Hyang Dan terlihat berpikir "Aahhh, kita makan ramyeon di sebrang jalan sana saja. Ottae?". "Good idea" jawab Da In. Lalu mereka berdua pergi meninggalkan kantor.
Ketika sampai di tempat Ramyeon itu Da In terlihat kaget karena pria yang dia lihat tadi ada di dalam kedai Ramyeon itu. Da In hanya berdiri di depan pintu, Hyan Dan yang melihat Da In hanya diam saja langsung menarik tangan Da In "Palliwa, aku sudah sangat lapar. Kajja." Da In berjalan mengikuti Hyang Dan. Hyang Dan memilih meja di samping pria itu. Lalu Da In berbisik kepada Hyang Dan "Dan-aa, kita jang duduk di sini, sebaiknya kita cari tempat yang lain". "Waeyo? Biasa kita kan makan di sini. Ah, sudahlah aku sudah lapar." kata Hyan Dan. Lalu seorang pelayan menghampiri mereka untuk mencatat pesanan mereka.
Disisi lain, ternyata pria itu memperhatikan Da In. "Ya, Sung Ji-a. Kau melihat apa?" tanya temannya yang duduk di depannya. Lalu temannya itu mengikuti arah pandangan Sung Ji. Lalu temannya menggeleng-gelengkan kepala. "Yaa, neo. Kamu menyukai gadis itu? Huh?" tanyanya lagi. Tapi Sung Ji tidak menjawab dia hanya diam sambil melihat ke arah Da In.
Da In merasa ada yang memperhatikannya lalu menengok ke arah Sung Ji, Dan pandangan mata mereka kembali bertemu. Deg deg, deg deg, deg deg. Suara detak jantung Da In begitu cepat. Da In seakan terhipnotis oleh pandangan mata Sung Ji. Lalu Sung Ji tersenyum. Da In yang melihat senyumannya terkesima. Lalu dia membuang arah pandangannya ke depan. Hyang Dan merasa kalau ada yang aneh dengan Da In lalu dia bertanya "waeyo? Apa ada yang salah?". Hyang Dan pun melihat berkeliling, mencari sesuatu yang aneh. Dan pandangan Hyang Dan berhenti di tempat Sung Ji dan teman-temannya. Hyang Dan merasa risih melihat mereka karena cara berpakaian mereka dan gaya rambut mereka serta tato yang ada di tubuh mereka. Lalu Hyan Dan melihak ke Da In, "Kau risih karena ada mereka? Kau jangan takut, ada aku di sini. Kalau mereka macam-macam aku akan menghajar mereka" kata Hyang Dan sambil mengepalkan tangannya di depan wajah Da in. Da In hanya tersenyum dan menurunkan tangan Hyang Dan yang mengepal di depan wajahnya. "Ccckk... sekarang masih jaman preman-preman seperti iitu." kata Hyang Dan merendahkan mereka. "Yaaa, jangan bicara seperti itu. Bagaimana kalau mereka dengar? Ohh?" kata Da In. Hyang Dan hanya berdecak. Tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang.
Mereka makan dengan tenang dan lahap. Dan masih Sung Ji melihat gerak gerik Da In sambil menaruh dagunya ditangannya. Setelah selesai makan, Da In dan Hyang Dan membayar makanan yang mereka makan dan lalu pergi kembali ke kantor mereka. Sebelum berjalan keluar Da In tidak sengaja melihat ke arah Sung Ji. Lalu Sung Ji yang melihat Da In tersenyum dan melambaikan kedua jari telunjuk dan tengahnya. Da In merasa heran, tapi dia tidak memperdulikannya. Karena Hyang Dan sudah berjalan duluan. Da In takut ditinggal oleh Hyang Dan, lalu bergegas menyusul Hyang Dan.
Tbc
For Reader :
Ini pertama kalinya saya membuat fanfiction. Semoga fanfic saya menarik pembaca. Please reviewnya ^^ gomawo.
For Reader :
Ini pertama kalinya saya membuat fanfiction. Semoga fanfic saya menarik pembaca. Please reviewnya ^^ gomawo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar