Selasa, 25 November 2014

Fanfiction - Miracle Chapter 1

Casting :
Lee Donghae : Go Seung Ji
Kim Taeyon : Yoo Da In
Hyeo Yeon : Hyang Dan Na

Matahari sudah terbenam, angin bertiup kencang. Tanda-tanda mau turun hujan. Jalanan yang mulai sepi karena jam sudah menunjukan pukul 10.00 malam. Tapi masih ada seorang gadis yang berjalan di trotoar yang mulai sepi. Hhhhfftt... gadis itu menghela nafas dia memasukan kedua tangannya disaku jaket yang dia kenakan karena udara sangat dingin. Dia terus berjalan pelan sambil bersenandung kecil menghilangkan rasa jenuhnya. Dia merasa bosan dengan hidupnya. Tiba-tiba gadis itu mendengar suara teriakan seperti suara orang berkelahi. Lalu dia berhenti dan mencoba mencari dari mana asal suara itu. Tiba-tiba rintik-rintik air turun dari langit membasahi bumi. Gadis itu tidak membawa payung dan tidak mencoba untuk mencari tempat berteduh, dia malah berjalan ke arah gang kecil yang ada dipinggir jalan itu. Suara teriakan itu terdengar jelas dari dalam gang itu. Gadis itu pun menghampiri gang itu dan mencoba melihat apa yang terjadi disana.

Ternyata ada segerombolan preman-preman yang sedang memukuli seorang pria. Lalu gadis itu terkejut melihat siapa yang sedang dipukuli. Pria yang dipukuli itu tetap melawan lima orang itu. Lalu gadis itu melihat salah satu dari preman itu mengeluarkan sebilah pisau. Gadis itu pun terkejut, lalu dia langsung menghampiri preman itu dan mendorongnya dari belakang. Dan preman itu terjatuh, pria yang dipukuli itu terkejut karena kehadiran gadis itu. "Ya, kenapa kamu datang ke sini?" teriak pria yang ditolong sang gadis itu. "Wae, kau dipukuli oleh 5 orang dan kau hanya sendirian." jawab gadis itu kesal, padahal dia sudah menolongnya.

Gadis itu pun berteriak kepada para preman itu " Ya, aku sudah menelpon kantor polisi. Mereka sebentar lagi ke sini untuk menangkap kalian.". Salah satu dari preman itu maju menghampiri gadis itu dan ingin memukulnya. Gadis itu memejamkan mata, ada sebersit rasa takut dihatinya. Tapi dia tidak merasakan apapun setelah beberapa detik memejamkan matanya. Dia penasaran dan membuka matanya. Ternyata pria yang ditolongnya itu menahan tangan preman itu. "Jangan berani-berani melukainya." teriak pria itu lalu dia langsung memukul pipi preman itu. Dan preman itu jatuh, lalu salah satu preman yang berdiri itu berkata "Sudah cukup, kita pergi." Lalu preman yang terjatuh itu pun bangkit berdiri sambil memegang pipinya dan menatap tajam marah ke arah pria yang sudah memukulnya. Lalu melangkah pergi bersama dengan teman-temanya.

Tanpa disadari ternyata tubuh keduanya sudah basah kena guyuran air hujan. Lalu sang gadis pun menghampiri pria itu "Neo gwenchana?" tanyanya karena melihat kondisi sang pria tidak begitu baik. "Gwenchana" jawab pria itu. "Tapi kau sebaiknya ke rumah sakit, banyak luka..." belum selesai sang gadis berbicara sang pria memotongnya "Ya, aku bilang aku tidak apa-apa." Sang gadis yang tadinya berusaha untuk menolongnya menjadi kesal. "Kau, sudah bagus aku menolongmu, sekarang kau malah membentakku seperti itu. Kau sangat menyebalkan." gadis itu pun memncet luka diwajahnya karena kesal. "Aaaa, appo. Kenapa kau memencetnya?" teriak sang pria marah. "Karena kau menyebalkan." jawab gadis itu.

Lalu gadis itu pun berjalan meninggalkan sang pria, sang pria pun merasa beralah karena sudah membentaknya seharusnya dia berterima kasih kepadanya. Pria itu hanya berdiri dan memandang gadis itu dalam diam. Gadis itu merasa kalau pria itu sama sekali tidak berjalan mengikutinya, dia pun berhenti dan berbalik. "Yaaaa, kenapa kau diam saja disitu? Kau mau mati karena kehujanan?" teriak gadis itu. Pria itu pun terbelalak karena perkataan gadis itu. 'Kenapa dia berkata seperti itu? Kelihatannya dia gadis pendiam, ternyata ucapannya kasar juga' batin sang pria.

Gadis itu pun kehilangan kesabarannya karena pria itu hanya diam dan memandangnya. Lalu gadis itu berjalan menghampirinya dan kemudian menarik tangannya dan menyeretnya jalan bersamanya. Sang pria hanya diam karena bingung kenapa gadis itu menyeretnya. Mereka berjalan dalam hujan yang cukup deras. Sampai akhirnya sang gadis berhenti di depan sebuah rumah berukuran tidak terlalu besar. Lalu dia melepaskan tangan sang pria dan kemudian membuka tasnya mencari kunci pintu rumah tersebut. Lalu gadis itu pun membuka pintunya dan langsung masuk ke dalam rumah, tapi pria itu hanya berdiam diri di depan pintu. Gadis itu pun berbalik lagi dan menarik sang pria masuk ke dalam rumah. Lalu sang gadis meutup pintu, dan menyuruh pria itu duduk di kursi.

Sang gadis pun masuk ke dalam kamar. Tinggal sang pria melihat-lihat kesekeliling rumah itu. Lalu tidak lama gadis itu pun keluar dari kamar dengan membawa handuk dan pakaian. "Ini, keringkan badanmu dan pakai baju ini." kata gadis itu sambil mengulurkan handuk dan pakaian yang dibawanya. Pria itu hanya diam saja menatap gadis itu. Akhirnya sang gadis melempar handuk dan pakaian ke kepalanya. "Yaaa, kenapa melempar ke kepalaku hahh?" pria itu berteriak dan menyingkirkan handuk dan pakaian itu dari kepalanya. Gadis itu menunjuk arah kamar mandi "cepat kesana" kata gadis itu. Lalu pria itu pun bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Gadis itu pun masuk ke dalam kamarnya lagi untuk berganti pakaian, karena tubuh dan pakaian yang dikenakannya basah.

Ketika pria itu keluar dari kamar mandi, sang gadis sudah duduk di kursi. Lalu pria itu menghampirinya dan duduk di sebelah gadis itu. Gadis itu mengambil alkohol dan kapas yang sudah disiapkannya sedari tadi untuk mengobati luka sang pria. Tangan gadis itu meraih wajah sang pria dengan perlahan dan mulai memberishkan lukanya dengan kapas yang sudah dituangi alkohol. "Ach, pelan-pelan." kata sang pria. Gadis itu pun berhenti sebentar, lalu mulai membersihkan lukanya lagi. Pria itu menatap wajah sang gadis yang sedang serius membersihkan lukanya. Pria itu merasakan getaran aneh ditubuhnya. Lalu dia memegang tangan gadis itu. Gadis itu menatapnya diam. "Ireumi nugu?" tanya pria itu. "Jeoneun, Yoo Da In" jawab sang gadis itu, "Neo?" "Seung Ji, Go Seung Ji."

Lalu Da In menarik tangannya dari genggaman Seung Ji. Seung Ji pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena salah tingkah. Da In mengambil obat merah dan menuangkannya ke atas kapas bersih. "Apa kau bisa diam, aku mau mengobati lukamu." kata Da In. "Oo..." jawab Seung Ji. Seung Ji pun hanya diam ketika Da In mengobati luka diwajahnya, dan terus memperhatikan wajah Da In. 'Aisshh, kenapa jantungku berdetak kencang?' batin keduanya.

Tbc

Please reviewnya.... Thankz ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar